Yesaya 43 : 18 – 19a berkata

firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?

Allah adalah Allah yang selalu bergerak maju ke depan, gerakanNya selalu progresif. Semua yang Allah lakukan adalah hal-hal baru yang segar. Pertanyaannya sekarang adalah apakah kita SIAP dengan pergerakan-pergerakan Allah yang selalu BARU dan SEGAR? Sebab apa yang Allah lakukan adalah hal-hal yang belum pernah kita lihat, hal-hal yang belum pernah kita pikirkan, hal-hal yang belum pernah kita bayangkan dan bahkan hal-hal yang belum pernah kita mimpikan. Apakah kita MAMPU mengikuti gerakan Allah tersebut?

Pemikiran-pemikiran seperti “Saya sudah tahu semua.” atau “Saya ini sudah menjadi Kristen sejak 30 tahun yang lalu.”atau “Saya ini banyak sekali pengalaman dalam bidang rohani.” Akan menghambat kita sebagai orang Kristen untuk mengikuti gerak Allah yang selalu progresif. Tentu setiap kita ingin selalu menaati Tuhan, selalu terlibat dengan apa yang Tuhan lakukan, selalu ingin dekat dengan Tuhan. Bukan malah semakin jauh dari Tuhan.

Lalu bagaimana respon kita? Mari kita melihat pada Rut. Seorang wanita Moab yang mendapat anugerah sehingga menjadi bagian dari Israel. Rut yang hidup di jaman hakim-hakim berkuasa atas Israel. Rut terdapat di sebuah kitab khusus yaitu kitab Rut, sebuah kitab yang penuh dengan perlambangan. Memberikan pesan mengenai jalan dan pimpinan Tuhan untuk orang-orang yang mendapatkan ANUGERAH. Orang-orang yang seharusnya tidak mendapatkan bagian dari berkat Israel namun karena kemurahan Tuhan, mereka mendapatkan bagian dari berkat Israel.

Berita utama dari kitab Rut adalah

Tuhan selalu memanggil setiap dari kita, umatNya, untuk menuju pada satu poin atau satu tempat atau satu situasi atau satu waktu yang BARU, yang BERBEDA dari apa yang biasanya.

Sekarang bagaimana respon kita terhadap panggilan Tuhan ini? Ingat Tuhan adalah Tuhan yang berjalan dari kemuliaan kepada kemuliaan yang lebih lagi dan dari iman kepada iman yang lebih lagi. Sekali lagi, mari kita melihat bagaimana seorang Rut menghadapi perubahan yang Tuhan rencanakan dalam hidupnya.

Siapakah Rut?

Rut adalah seorang menantu dari Naomi.

Bagaimana Naomi dan Rut bertemu?

Ketika kelaparan melanda Israel, bukannya merenungkan mengapa Tuhan mengijinkan kelaparan terjadi di Israel, keluarga Elimelekh malah melarikan diri dari Israel ke Moab. Elimelekh mengajak Naomi dan dua anak laki-lakinya. 10 tahun kemudian, Elimelekh dan kedua anaknya meninggal. Mereka meninggalkan 3 janda, Naomi, Rut dan Orpa. Rut dan Orpa adalah istri dari anak-anak Elimelekh. Ketika Elimelekh meninggal, habislah harta keluarga itu. Pada saat itu, Israel telah kembali baik keadaannya. Sehingga Naomi memutuskan untuk kembali ke Israel.

Bagaimana dengan Orpa, mengapa dia tidak disebutkan lagi?

Dalam perjalanan menuju Israel, Naomi memerintahkan kepada 2 menantunya untuk kembali ke Moab. Kemungkinan besar, kedua menantunya dapat memiliki suami yang baru. Namun Rut bersikeras untuk mengikuti Naomi kemanapun Naomi pergi (Rut 1:16) dan Orpa mengikuti saran Naomi untuk kembali ke Moab.

Perjalanan kembali ke Moab merupakan perlambangan dari kita yang kembali ke jalan dunia ini, tidak lagi berjalan menuju Tuhan. Padahal perjalanan menuju Israel menggambarkan perjalanan menuju pengenalan pada kebenaran yang sejati.

Apakah keputusan Rut adalah keputusan yang tepat?

Tentu saja. Keputusan Rut ini adalah sebuah kunci dari kesuksesan hidup Rut di masa mendatang. Dalam Mazmur 34:9 dikatakan

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Rut memiliki iman untuk mengecap dan melihat kebaikan-kebaikan yang akan Tuhan berikan dalam hidupnya.

Kesuksesan seperti apa yang didapatkan oleh Rut?

1. Rut adalah salah satu dari nama wanita yang dicantumkan di silsilah Yesus (Matius 1:5).

Pada jaman itu, adalah hal yang sangat tidak biasanya memasukkan nama wanita dalam silsilah. Terutama apabila wanita itu bukan orang Israel, tapi bangsa lain. Namun Rut mendapatkan anugerah sehingga Rut tertulis di silsilah ini.

2. Rut memiliki satu kehidupan yang baru di Israel.

Sebagai wanita Moab yang dipandang sebagai wanita baik-baik.

3. Rut menemukan cinta barunya.

Di dalam Rut 2:1 dijelaskan seseorang yang bernama Boaz. Dia adalah sanak keluarga dari Elimelekh yang terpandang, kaya-raya dan berpengaruh di kotanya. Di Israel dahulu, apabila seseorang meninggal maka sanak saudaranya yang mampu harus menebus kekayaan dari orang tersebut dan menikahi janda dari orang tersebut. Dalam kasus ini, Boaz haruslah mengembalikan kekayaan yang dimiliki Elimelekh dan menikahi Rut. Boaz sebagai orang yang mengetahui hal ini, mau melakukan kewajibannya padahal Boaz dan Rut memiliki banyak perbedaan (bangsa dan umur). Namun karena anugerah, maka Rut diterima oleh seluruh kota dan menjadi istri dari Boaz.

Maka apa kesimpulan dari semua ini?
Sebelum berkat Tuhan (rahani dan jasmani) kita alami, kita harus berkomitmen penuh untuk mengikuti Tuhan kemanapun Tuhan melangkah, kemanapun Tuhan membawa kita pergi. Bahkan mungkin ke tempat-tempat yang tidak pernah kita pikirkan atau bayangkan. Sebuah komitmen yang kuat dan ketaatan yang sepenuhnya.

Apakah kita sudah memilki komitmen seperti itu?


Leave a Comment